Archive for Mei, 2008
Renungan
- Aku mencintaimu bukan karena siapa dirimu, melainkan karena siapa diriku ketika aku bersamamu.
- Tidak ada satu laki-laki atau perempuan pun yang berharga untuk air matamu, dan orang yang berharga untuk itu adalah orang yang tidak akan membuatmu meneteskan air mata.
- Hanya karena seseorang tidak mencintaimu seperti yang kau inginkan, bukan berarti mereka tidak mencintaimu dengan seluruh yang mereka punya.
- Seorang teman sejati adalah orang yang menggapai tanganmu dan menyentuh hatimu.
- Cara terburuk untuk merindukan seseorang adalah dengan duduk disamping mereka dan memikirkan bahwa kau tidak akan dapat memiliki mereka.
- Jangan pernah cemberut, walaupun kamu sedang sedih, karena kamu tidak akan pernah tahu siapa yang jatuh cinta dengan senyummu.
- Untuk dunia mungkin kamu hanya satu orang, tapi untuk satu orang kamu adalah dunianya.
- Jangan habiskan waktumu untuk laki-laki/perempuan, yang tidak ingin menghabiskan waktu mereka untukmu.
- Mungkin Tuhan ingin kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, jadi ketika kita akhirnya menemukan orang itu, kita akan tahu untuk bersyukur.
- Jangan menangis karena hal ini sudah berakhir, tetapi karena hal ini sudah terjadi.
- Akan selalu ada orang yang menyakitimu, jadi yang harus kamu lakukan adalah terus percaya dan lebih berhati-hati tentang siapa yang akan kamu percayai berikutnya.
- Buat dirimu menjadi orang yang lebih baik dan kenalilah dirimu. Sebelum kamu mencoba dan tahu tentang seseorang dan mengharap mereka untuk mengenalmu.
- Jangan berusaha begitu keras, hal terbaik kadang datang ketika kamu tidak terlalu berharap tentang hal itu.
Ingat: Apapun yang terjadi, hal itu terjadi pasti ada alasannya
Add comment Mei 22, 2008
Because of Side Job
Don’t Judge a Book by It’s Cover
Satu kalimat yang menurutku bermakna janganlah menilai sesuatu dari apa yang terlihat. Karena terkadang apa yang terlihat tak sesuai dengan apa yang sebenarnya. Hal yang paling sering aku alami sih ketika menilai seseorang, awalnya aku kira dia baik, tapi ternyata tak sebaik yang aku kira. Begitu pula sebaliknya. Itu hanya contoh kecil.
Senin kemaren temen deket ku di kantor curhat tentang apa yang selama ini dia alami. Awalnya sih gara-gara aku cerita tentang side job temen kantor yang lain (dengan posisi yang sejajar). Side job sekalian juga buat investasi. Anggaplah temen kantor ku itu si A. Jadi ceritanya si A itu komentar tentang investasi temen-temen kantor. Si A bilang, “koq kemajuan mereka cepet banget yah, sudah bisa investasi. Sementara aku sampe sekarang belum bisa investasi apa-apa”. Nah dari situ si A mulai cerita lebih jauh tentang kehidupannya. Aku gak nyangka banget kalo ternyata si A itu punya kisah hidup yang menyedihkan sekaligus mengharukan. Dia cerita kalo waktu ayahnya meninggal ketika ia masih kecil, ayahnya itu gak ninggalin harta yang banyak. Sementara dari hasil kerja ibunya juga tidak bisa diandalkan. Karena ibunya tidak sanggup menghidupi si A dan satu orang kakaknya maka waktu kecil ia tinggal terpisah dengan kakaknya. Si A ikut ibunya, sementara kakaknya ikut neneknya. Si A cerita gimana rasanya sering diremehkan orang lain, gimana perjuangan ibunya menafkahinya. Keluarganya yang lain pun tidak bisa diandalkan karena mereka juga sama-sama susah. Sedih rasanya mendengar ia bercerita seterbuka itu kepadaku. Terlihat jelas matanya berkaca-kaca. Betapa ia merasa kalo di dunia ini hanya ibunya dan kakaknya lah yang ia miliki. Ia tidak bisa membayangkan apa jadinya seandainya ibunya meninggalkannya. Ia pun sering dianggap sebagai ‘anak mama’ lantaran sering terlihat kemana-mana berdua dengan ibunya. “aku gak peduli orang mau bilang apa, aku juga gak malu dibilang anak mama” itulah yang ia katakan kepadaku. Tidak jarang juga ia merasa iri kalo ngeliat satu keluarga utuh yang berjalan bersama, ada ibu, ayah, dan anak-anaknya.
Aku gak nyangka banget kalo temen ku itu punya kisah seperti itu. Selama ini aku pikir ia dari keluarga yang sangat berada. Dilihat dari life style dia. Aku juga gak mau komentar soal itu sama dia. Biarlah aku hanya menjadi pendengar yang baik buatnya. Dan aku pun bersyukur dengan kehidupan ku sekarang. Setidaknya aku masih memiliki sebuah keluarga yang utuh. Walopun tidak kaya tapi alhamdulillah berkecukupan. Bicara soal investasi, sebenernya aku terpikir untuk ikut program investasi dalam bentuk tabungan, yang ditawarkan oleh sebuah Bank tempat pembayaran payroll di kantor ku. Investasi sekaligus asuransi. Jadi inget kata petugas bank waktu itu, “mumpung masih muda dan belum banyak tanggungan, apa salahnya ikutan program kami”, persuasif sekali yak, hahaha.
Add comment Mei 21, 2008
Dari Medley Hingga Gossip Girl
Duh gak terasa ya sekarang udah tanggal 19, perasaan bulan mei ini terasa begitu cepat. Hari ini pun aku ngerasa seperti bukan hari senin, mungkin karena besok libur kali yah. Weekend kemaren aku dirumah aja. Beres-beres rumah, terus nonton dvd. Mulai nonton dari jam setengah 12, pertama nonton film Medley terus lanjut nonton serial Gossip Girl.
Aku gak akan mereview filmnya satu persatu, cuma mau ngebahas kesan yang aku dapat setelah nonton film-film tersebut. Bahas Medley dulu ya, menurutku Film Medley ceritanya ringan dan mudah dimengerti. Film tersebut mengajarkan kita agar jangan pernah menyesali sesuatu yang kita miliki sekarang, dan kita harus senantiasa bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. Bahwasanya setiap kehidupan itu mempunyai pilihan, dan setiap pilihan itu memiliki konsekuensi, itulah pesan yang saya tangkap di akhir cerita film Medley.
Nah, kalo Gossip Girl cerita tentang kehidupan remaja Amerika. Ceritanya sih biasa aja, tentang persahabatan, percintaan, persaingan, dsb. Aku sendiri tau Gossip Girl dari temen milis, dia maniak banget sama serial TV Hollywood. Langsung deh kasih tau temen kantor buat beli dvdnya, supaya aku juga bisa pinjem, hehe. Kemaren aku baru nonton 3 episode dari season 1, alur ceritanya mudah dimengerti. Serunya lihat persaingan antara 2 sahabat, Serena dan Blair. Terus ada Dan Humphrey, secret admirernya Serena. Dan ini sifatnya polos, bisa dibilang cowok baik-baiklah gak seperti cowok kebanyakan.
Serial ini tentunya gak lepas juga dari yang namanya romantic scene, hampir di tiap episode pasti ada. Yah setidaknya itu menunjukan bahwa seperti itulah kehidupan remaja barat pada umumnya, bebas dan bertolak belakang dengan adat ketimuran. Tapi bukan berarti semuanya seperti itu loh. Yah ambil yang baik-baiknya aja lah. Setiap cerita itu kan pasti ada amanat yang ingin disampaikan.
Add comment Mei 19, 2008
Tiga Minggu Sudah
Hari ini 3 minggu sudah aku bersamanya. Masih teringat jelas ketika pertama kali dia menyatakan perasaannya kepadaku disebuah resto fastfood dekat kantor ku. Aku begitu terkejut dan terdiam. Kehilangan kata-kata, speechless. Namun pada akhirnya aku mengatakan kalo aku menerimanya. Tanpa butuh berpikir lama, mungkin sekitar 1 jam aku berpikir sampai akhirnya aku pun menjawab ya. Dia bilang untuk pertama kalinya dia menyatakan perasaannya pada seorang cewek, dan aku gak percaya. Aku pikir masa sih sampai umurnya sekarang dia gak pernah menyatakan perasaannya sama cewek. Kata temen cowok ku di kantor, cowok itu gak suka kalo ditanya-tanya masa lalunya, toh gak ada gunanya. Yang penting kan sekarang dia udah sama kita. Aku pikir ada benarnya, tapi gak ada salahnya juga kan kalo diceritain, cuma sekedar ingin tahu.
Sampai saat ini aku masih beranggapan kalo cinta itu gak butuh alasan, beda sama dia yang bilang kalo cinta itu butuh alasan. Cinta ya cinta, sesuatu yang datangnya tiba-tiba. Tapi udahlah gak mau bahas itu. Sekarang aku mau bahas apa sih yang aku sukai dari dia?
Dia itu orangnya ngemong banget, pinter, mature, terus pemikir. Kalo bahas suatu hal sama dia rasanya beda aja. Aku suka perhatiin dia kalo lagi kasih pendapat tentang suatu hal, bahkan aku suka dengerin dia cerita berlama-lama di telepon. Dia kadang bikin aku speechless dan gak bisa berargumen. Ya nerima aja gitu apa yang dia bilang. Secara fisik yah menurut aku dia oke, karena aku suka dia. Tinggi, berkacamata, kulit gak terlalu gelep. Sebenernya fisik gak masalah sih asalkan kita ngerasa comfort to each other. Oh ya ada temen yang bilang cara dia menatap ku itu beda banget, jadi dengan cuma melihat dia menatap ku orang bisa langsung tau kalo dia ada feel sama aku. Hmm..apa iya yah? Kadang aku masih suka mikir apa sih yang dia suka dari aku? walopun sebenernya udah dapet jawaban singkat dari dia sih.
Tapi so far, aku seneng koq bisa punya seseorang seperti dia. Jadi inget lagunya Mariah Carey yang judulnya Thanks God I Found Him. Kalopun nantinya Allah tidak mentakdirkan dia untuk ku, aku sudah ngerasa bahagia koq, setidaknya aku pernah mengenal dan dekat dengan orang sepertinya. Ah..apa iya aku bisa rela yah, kata temen lagi nih, bullshit deh orang yang bilang cinta itu tidak harus memiliki. Tapi ya seperti kata dia, let it flow disertai do’a dan memohon kepada Allah. Kita gak pernah tau apa yang akan terjadi pada kita di masa-masa yang akan datang. Que sera, sera. Whatever will be, will be.
Add comment Mei 17, 2008